Kamis, 16 Agustus 2012

Kembalinya Rossi kekubu Yamaha Siap bersaing


Kembalinya Valentino Rossi ke tim balap Yamaha di MotoGP menjadi angin segar bagi Yamaha di Indonesia. The Doctor, julukan Rossi diharapkan bisa mendongkrak penjualan produsen berlambang garpu tali itu yang sedang mengalami penurunan. "Ya pasti kita senang Rossi kembali bergabung. Tentu balapan MotoGP akan semakin seru kembali. Rossi juga bisa dimanfaatkan untuk menarik minat masyarakat Indonesia, Kita usaha kembali bawa dia ke sini," kata Executive vice President PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Dyonisius Beti. Di sisi lain, Rossi menjadi amunisi baru untuk bisa memdongkrak penjualan Yamaha yang sedang menurun. Menurut Dyon penurunan itu tidak terlepas dari kebijakan kenaikan ambang batas uang muka kredit kendaraan bermotor hingga penetresi pasar yang belum maksimal, terutama kehadiran generasi terbaru Sepeda Motor Bebek Injeksi Kencang dan Irit Jupiter Z1. Yang mengusung tampilan yang lebih sporti dan dinamis  dan penuh dengan kecanggihannya, akan siap bersaing di pasaran penjualan motor bebek injeksi dan akan di minati oleh banyak kalangan masyarakat luas


"DP memang mempengaruhi pelaku industri otomotif, bukan cuma Yamaha. Sebab konsumen DP rendah memang masih dominan, di Jakarta saja 80 persen pembeli pakai kredit DP rendah," kata dia.

Namun, Yamaha juga menyadari lesunya penjualan hingga tak mampu menempel ketat kompetitor terkuatnya Honda, disebabkan penetresi pasar pada Mio J belum maksimal.

"Mio sudah melekat kuat di konsumen Indonesia selama 8 tahun, tapi kini masuk masa transisi dari Mio lama itu ke Mio baru (Mio J). Jadi perlu waktu untuk kembali kuat, Jaid sekarang kita masuk paddock dulu," kata Dyon.
Diketahui, total penjualan Yamaha sepanjang Januari hingga Juli 2012 mencapai 1.503.506 unit, di mana bebek menyumbang 441.028 unit, matik 801.999 unit dan sport 260.479 unit.

Torehan ini cukup jauh jika dibanding Honda yang membukukan penjualan 2.447.876 unit (bebek 694.122 unit), (sport 100.669 unit), dan (matik 1.653.085 unit).

Dari jumlah itu terlihat Yamaha sulit menempel ketat Honda. Padahal saat Rossi masih bergabung dengan Yamaha sebelum pindah ke Ducati, Yamaha Indonesia sempat membuat gerah Honda karena penjualannya terus di tempel ketat. Lalu mampukah terulang kembali? kita tunggu saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar